Pengelana III

 Satu sore pengelana berjalan menyusuri pinggiran jalan menuju kota kadipaten
perut lapar sudah tidak tertahan kan,tapi sebuah pemandangan yang sedikit menarik perhatian membuat sang pengelana berhenti,dia melihat seekor kucing membawa sepotong ikan yang sudah dimasak,penasaran sang pengelana mengikuti kucing tersebut.ternyata kucing itu berjalan ke arah serombongan anak-anaknya yang sudah cukup senang melihat induk nya kembali membawa seekor ikan yang cukup besar,dengan senangnya anak-anak kucing tersebut berebutan untuk mengambil makanan yang sudah di bawain oleh induknya,lama terdiam sang pengelana asyik memperhatikan
anak-anak kucing itu rebutan mengambil makanan yang sudah di sediakan oleh ibunya.
  sedikit tersentak dari lamunan melihat para kucing,sang pengelana mendengar sayup-sayup suara ribut dari warung makan yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.ternyata pemilik warung lagi marah-marah karena seekor ikannya yang sudah siap di sajikan buat pelanggan telah raib.sang pengelana memutar mukanya melihat sang pemilik warung yang lagi marah,dia membentakjuru masak nya yang sudah pasrah mengaku salah,”untung” seorang pengunjung memberitahukan kepada pemilik warung kalau dia melihat tadi ada seekor induk kucing berjalan membawa seekor ikan yang cukup besar.dan pengunjung itu menunjuk kearah sang pengelana berdiri
sambil mengatakan kalau induk kucing itu berjalan kearah tersebut.
  dengan geram sang pemilik warung mengambil sebuah kayu dan berjalan kearah sang pengelana,sambil berkata-kata yang tidak jelas sang pemilik warung terlihat berjalan dengan amarah yang sudah meluap.timbul sebuah perasaan yang sangat menakutkan di hati pengelana demi melihat para kucing itu akan menerima hukuman dari sang pemilik warung yang sudah merasa sangat di rugikan.terbayang bagaimana kalau kucing-kucing itu di pukul dengan kayu yang sudah di siapkan oleh pemilik rumah makan tersebut,tapi di satu sisi ada bisikan yang mengatakan kalau kucing itu memang wajar untuk mendapatkan hukuman tersebut,karena dia telah “mencuri”ikan dari rumah
makan tersebut,dan nyata-nyata kucing itu sudah merugikan sang pemilik rumah makan.
  antara ingin menolong sang kucing dan memikirkan kesalahan sang kucing sang pengelanapun diam tertegun,sebuah pertentangan bathin sangat kuat terjadi di dalam diri sang pengelana.sebagai manusia sang pengelana seharusnya bisa berpikiran jernih untuk tidak menghukum kucing tersebut yang notabene adalah binatang yang tidak mempunyai akal dan pikiran tapi disisi lain sang pengelana juga merasakan rasa amarah sang pemilik warung yang merasa sangat di rugikan oleh sang kucing,toh sang pemilik warung
juga berhak untuk menuntut sang “pencipta” kucing itu,kenapa harus menciptakan seekor kucing yang akhirnya merugikan dia.kenapa tidak menciptakan seekor kucing yang bisanya tidak mencuri.sang pengelana merasakan pemikiran tersebut sebuah pemikiran bodoh tapi hak manusia untuk tidak di rugikan oleh makhluk
laen di muka bumi ini selama manusia itu juga tidak merugikan makhluk lain.
 Akhirnya sebelum pemilik warung itu sampai sang pengelana memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju utara,dia meninggalkan kucing yang “kemungkinan besar” bakal di hukum oleh pemilik warung tersebut,
Sang pengelana merasa tidak ada hak dia untuk ikut campur dalam “urusan” tersebut.kalau pun kucing itu harus di hukum biar lah pemilik warung itu yang memutusukan,kalaupun kucing itu tidak terima untuk di hukum
biar “sang pencipta”kucing itu yang membantu.hidup adalah rahasia “sang pencipta”dan rencana-rencana”sang pencipta”terhadap ciptaan nya biar sang pencipta sendiri yang memutuskan apakah itu pantas atau tidak.
  Gundah dihati tetap dibawa oleh sang pengelana dalam perjalanannya menuju utara,perjalanan yang masih cukup jauh masih terpampang jelas di depan mata,tapi utara adalah arah yang tetap diambil oleh sang pengelana.

2 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    k* tutur berkata,

    …. sampai, sang pengelana memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju utara

    Memang pengelana, tugasnya berkelana…, teruslah berjalan. Namun kenapa harus selalu ke Utara, ya?

  2. 2

    denny berkata,

    karena utara ada di atas kaleeeee


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda