Pengelana berjalan seorang diri di tengah hutan rimba belantara menuju utara,
di perjalan dia melihat seekor burung yang terluka sayap nya dan disaat itu juga
perutnya terasa sangat lapar.timbul pertentangan di hatinya antara rasa ingin
menolong dan rasa lapar yang mendera,antar rasa kemanusiaan dan naluri untuk
bertahan hidup terus berperang di dalam hati si pengelana.
Lama terdiam bingung untuk mengambil sikap,semetara di hutan tidak ada siapapun
diri sendiri yang harus berpikir untuk melakukan tindakan yang dianggap benar.
akhirnya dia memutuskan untuk menagkap burung itu dan memakannya…
Siapa yang bisa menjamin kalau membantu burung itu hidup akan membuat kehidupannya
lebih baik,dan siapa yang bisa menjamin kalau memakan daging burung itu bukanlah sebuah
perbuatan yang membantu,mungkin saja dengan membunuh nya akan melepaskan dirinya
dari ke malangan yang menimpanya,dan mungkin kematian adalah sebuah awal dari
kehidupan yang indah untuk sang burung itu “toh dimakan juga halal”
tidak ada yang bisa menebak masa depan dan apa gunanya untuk meraih masa depan,
yang ada cuman misteri untuk mejalankan hari-hari kedepan.
Akhirnya si pengelana tertidur dalam istirahat yang tenang untuk menyiap kan
perjalanan panjang menuju utara….
Pengelana I
2 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik
kangtutur berkata,
Agustus 15, 2007 @ 3:05 am
Apa yang dicari pengelana ke Utara Bro
Denny H.Piliang berkata,
Agustus 15, 2007 @ 6:36 am
Konflik batin,
Humanisme,keinginan utk hidup atau sebuah proses yg alami?
yang kuat memangsa yg lemah,alami?